
PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dikenakan atas konsumsi barang dan jasa secara umum dengan tarif efektif 11%. PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) dikenakan tambahan atas barang tertentu yang tergolong mewah, dengan tarif bervariasi mulai 10% hingga 200%. Contoh barang terkena PPnBM: mobil mewah, perhiasan, dan barang elektronik premium. PPnBM bertujuan mengendalikan konsumsi barang mewah dan meningkatkan keadilan pajak.
Kesimpulan: PPN dan PPnBM memiliki fungsi
berbeda: PPN untuk penerimaan umum, PPnBM untuk pengendalian konsumsi. Memahami
perbedaan ini penting bagi pelaku usaha yang menjual barang tergolong mewah.