
Pengawasan
pajak yang efektif mustahil tercapai jika DJP bekerja secara terisolasi. Masa
depan pengawasan menuntut kolaborasi lintas sektor yang erat antara DJP,
industri perbankan (melalui pertukaran data keuangan otomatis domestik), serta
Badan Pertanahan Nasional (BPN).Dengan beroperasinya single identity berbasis
NIK, setiap transaksi pembelian tanah, mutasi rekening bernilai besar,
investasi pasar modal, hingga kepemilikan kendaraan mewah dapat langsung
diverifikasi silang dengan laporan SPT Tahunan wajib pajak yang bersangkutan
dalam hitungan detik.
Deteksi Dini
Ketidaksesuaian Aset Sinergi ini memungkinkan otoritas mendeteksi fenomena
"profil kaya tapi miskin pajak" (wealth mismatch), di mana individu
memiliki aset properti dan simpanan bank bernilai tinggi namun melaporkan
penghasilan yang sangat minim di SPT mereka.
Kesimpulan: Sinergi lintas
sektor menghapus batas-batas kelembagaan, menciptakan ekosistem pengawasan
fiskal holistik di mana seluruh aset fisik dan finansial wajib pajak terpantau
dalam satu kacamata pengawasan nasional.